Tagged: obat

Obat Panadol Biru untuk Apa?

Obat Panadol biru untuk apa? Pertanyaan ini mungkin pernah Anda lontarkan, khususnya dalam kondisi kurang sehat.

Berikut simak ulasan tentang Panadol biru dari segi manfaat, dosis, dan efek sampingnya.

Pada bungkusnya, Panadol biru disebut Panadol Paracetamol. Termasuk dalam varian regular.

Mengingat Panadol memiliki berbagai varian produk. Salah satunya yang menjadi pertanyaan Anda di awal tadi.

Panadol biru dibentuk dalam kemasan strip yang berisi 10 kaplet. Di dalamnya mengandung paracetamol 500 mg.

Paracetamol berfungsi untuk meredakan nyeri dan menurunkan panas. Sehingga, suhu tubuh bisa kembali normal.

Manfaat (Indikasi Umum)

Obat ini umumnya memiliki beragam manfaat. Kandungan paracetamol 500 mg berfungsi sebagai pereda nyeri dan penurun panas.

Selain itu, Panadol biru juga memiliki manfaat pada gangguan kesehatan lainnya. Di antaranya seperti:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Sakit gigi
  • Sakit otot
  • Nyeri yang mengganggu

Dosis Pemakaian

Cara menggunakannya yakni meminum Panadol dengan air mineral ataupun jus buah. Bisa dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.

Selain itu, dalam mengonsumsinya harus mengikuti dosis aturan pakai maupun sesuai rekomendasi dokter.

Namun, umumnya dosis pemakaian Panadol biru meliputi:

  • Usia 12 tahun ke atas. Sekitar 1-2 kaplet untuk 3-4 kali sehari. Atau maksimal 8 kaplet dalam 24 jam.
  • Usia 6-11 tahun. Sekitar setengah sampai 1 kaplet untuk 3-4 kali sehari. Atau maksimal 4 kaplet dalam 24 jam.

Jadi, umumnya setiap kaplet dikonsumsi setiap 4 jam sekali. Jangan melebihi dosis tersebut atau sesuai anjuran dokter.

Di sisi lain, Panadol mempunyai tolerabilitas yang baik. Dengan demikian, obat ini bisa dikonsumsi orang dengan gangguan lambung, jika diminum sesuai dosis dan aturan pakai.

Efek Samping

Konsumsi obat umumnya memiliki efek samping sesuai dengan kondisi tubuh masing-masing orang.

Intinya, kalaupun mengalami efek yang mengganggu dan membahayakan, baiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

Berikut ini efek samping yang umum dan memungkinkan terjadi:

  • Reaksi hipersensitif. Seperti kulit memerah atau gatal
  • Sakit kepala
  • Muntah
  • Mual
  • Sembelit atau diare
  • Insomnia
  • Mengantuk
  • Kerusakan hati jika dikonsumsi terus-menerus dan dalam dosis besar

Jadi, obat panadol biru untuk apa? Seperti di ataslah jawabannya. Semoga bermanfaat ya!

Obat Antiobiotik Cefixime untuk Membunuh Bakteri

Wanita Memegang Gelas Setengah Penuh Dan Pil Obat Putih

Penulis: Agnes Sarila Wiridhani

Cefixime merupakan obat antibiotik yang hanya boleh dikonsumsi sesuai dengan resep dokter. Obat antibiotik ini merupakan generasi ketiga dari sefalosporin dan digunakan untuk membunuh bakteri penyebab infeksi. Selain itu, obat antibiotik Cefixime tersedia dalam dua bentuk, yaitu 100 mg dan 200 mg. 

Sebelum menggunakan obat antibiotik ini, dokter akan mengevaluasi keluhan dan gejala apa saja yang Anda alami. Jika kondisi medis Anda disebabkan oleh jenis virus atau bakteri tertentu, dokter akan meresepkan Cefixime dengan dosis yang disesuaikan.

Manfaat Obat Antibiotik Cefixime

  1. Infeksi Saluran Kemih 

Obat Cefixime dapat diberikan dalam pengobatan orang dewasa dan anak usia enam bulan atau lebih. Antibiotik ini digunakan untuk mengobati infeksi saluran kemih tanpa komplikasi yang disebabkan oleh bakteri Escherichia coli dan Proteus mirabilis.

  1. Otitis Media

Otitis media bisa disebabkan oleh berbagai macam faktor, salah satunya adalah bakteri Haemophilus influenzae, Moraxella catarrhalis, dan Streptococcus pyogenes. Untuk membunuh bakteri dan mengurangi inflamasi, dokter akan meresepkan antibiotik Cefixime untuk pasien dewasa maupun anak-anak (usia minimal 6 bulan-12 tahun).

  1. Faringitis dan Tonsilitis

Antibiotik Cefixime dapat dapat diberikan untuk pasien penderita faringitis dan tonsilitis yang disebabkan oleh Streptococcus pyogenes. Hal ini karena Cefixime efektif membunuh Streptococcus pyogenes dari nasofaring.

  1. Bronkitis Kronik Eksaserbasi Akut

Penderita bronkitis kronik mengalami pembesaran pada kelenjar, otot polos pernapasan, dan mengalami inflamasi. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya infeksi bakteri. Obat Cefixime mampu membunuh Streptococcus pneumoniae dan Haemophilus influenzae penyebab bronkitis kronik eksaserbasi akut.

  1. Gonore tanpa komplikasi (serviks/uretra)

Gonore merupakan salah satu jenis penyakit menular seksual. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae dan dapat disembuhkan dengan pengobatan antibiotik. Cefixime dapat menekan dan membunuh bakteri penyebab gonore. Dokter akan memberikan antibiotik ini dengan dosis tertentu sesuai dengan tingkat keparahan yang Anda alami.

Dosis Konsumsi Obat Cefixime

Dewasa

  • Bagi orang dewasa, dosis yang dianjurkan adalah 400 mg setiap hari.
  • Untuk pengobatan infeksi gonokokal serviks atau uretra (tanpa komplikasi) dianjurkan untuk mengonsumsi Cefixime tablet sebanyak 400 mg. 
  • dosis pemberian Cefixime harus diberikan setidaknya 10 hari untuk pasien yang terinfeksi Streptococcus pyogenes.

Pasien Anak (usia 6 bulan-12 tahun)

  • Umumnya, dosis yang diberikan adalah 8 mg untuk tiap per kg berat badan. Obat dapat diberikan sebagai dosis tunggal maupun dosis terbagi. Untuk dosis terbagi, biasanya anak-anak akan diberikan 4 mg/kg setiap 12 jam.
  • Anak-anak dengan berat lebih dari 45 kg atau lebih tua dari 12 tahun akan diberikan dosis dewasa. Tablet Cefixime harus dikunyah atau dihancurkan sebelum ditelan.

Peringatan

Sebelum mengonsumsi obat ini, Anda wajib berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Diskusikan mengenai riwayat penyakit dan pengobatan yang sedang dilakukan. Tujuannya untuk menghindari interaksi obat Cefixime dengan obat tertentu.

  • Reaksi Hipersensitivitas: Pasien yang memiliki hipersensitivitas terhadap sefalosporin, penisilin, atau obat lain sebaiknya harus berhati-hati. Jika muncul reaksi alergi setelah mengonsumsi obat Cefixime segera hentikan penggunaan obat dan segera konsultasikan ke dokter. 
  • Diare Clostridium difficile: Bagi penderita diare Clostridium difficile (CDAD) sebaiknya tidak menggunakan obat Cefixime. Hal ini karena obat Cefixime dapat mengubah flora normal usus besar yang menyebabkan pertumbuhan bakteri C. difficile berlebih yang dapat meningkatkan risiko keracunan. 
  • Penyesuaian Dosis pada Gangguan Ginjal: Pada pasien dengan gangguan ginjal, dokter akan menyesuaikan pemberian dosis Cefixime. 
  • Pasien dengan Fenilketonuria: Fenilalanin berbahaya bagi pasien dengan fenilketonuria (PKU). Hal ini karena Cefixime mengandung aspartame yang merupakan sumber fenilalanin.

Efek samping

Anda mungkin akan merasakan efek samping ringan dan serius setelah mengonsumsi obat Cefixime ini. Untuk efek samping ringan yang dapat Anda rasakan meliputi:

  • Sakit perut
  • Diare
  • Mual
  • Perut kembung
  • Sakit kepala
  • Pusing 

Jika salah satu dari efek ini tidak kunjung membaik, segera beritahu dokter atau apoteker Anda, terlebih jika Anda mengalami: 

  • sakit perut tidak tertahankan 
  • muntah terus-menerus
  • mata dan kulit menguning
  • urin berwarna gelap
  • kebingungan
  • kelelahan yang tidak biasa
  • sakit tenggorokan
  • demam tinggi
  • tubuh mudah memar dan berdarah, 
  • pusing tidak tertahankan
  • kesulitan bernapas
  • ruam dan wajah bengkak

Catatan SehatQ

Jangan menggunakan obat antibiotik jenis apa pun saat Anda tidak mengalami sakit. Hal ini dapat menyebabkan tubuh Anda kebal terhadap obat antibiotik di masa yang akan datang. Selalu perhatikan petunjuk dosis yang tertera pada kemasan obat dan resep dokter.