Category: Bayi & Menyusui

Kapan Anak Membutuhkan Baby Push Walker?

Baby push walker atau push toys kini populer sebagai alternatif alat yang aman dalam membantu anak-anak berjalan.

Berbeda dengan walker biasa yang dinilai tidak punya dampak perkembangan anak, push toys dinilai lebih efektif dan memberikan dampak positif pada anak, lebih dari sekedar latihan berjalan.

Tapi, kapan sih seorang bayi atau anak-anak mulai harus mulai menggunakan push walker? Berikut ulasan lengkapnya.

Baby push walker dapat membantu bayi belajar berjalan

Apa itu baby push walker?

Push walker adalah mainan sekaligus alat yang dapat digunakan bayi dan anak-anak untuk berlatih berjalan.

Berbeda dengan walker di mana bayi ditempatkan dalam posisi duduk, push toys mengharuskan bayi untuk bergerak dan mendorong alat ini layaknya orang berjalan dengan pegangan.

Push toys dinilai lebih efektif, aman, dan membawa banyak manfaat untuk perkembangan anak ketimbang walker biasa. Sebuah penelitian menemukan kalau walker biasa ternyata justru buruk untuk perkembangan kemampuan bayi dan malah sebabkan delay walking.

Selain itu, angka kecelakaan karena penggunaan walker biasa juga cukup tinggi sehingga membuatnya kurang aman. Inilah kenapa kini baby push walker lebih disukai dan direkomendasikan.

Kapan anak harus mulai menggunakan push walker?

Umumnya, bayi mulai membutuhkan alat bantu belajar berjalan mulai dari usia 6 bulan hingga 3 tahun.

Namun perlu digaris bawahi terlebih dahulu bahwa perkembangan setiap anak sangat berbeda dari anak satu ke anak yang lain.

Ada anak yang sudah mulai berjalan bahkan sebelum ia menginjak usia 1 tahun. Ada pula yang terlambat berjalan dan lebih dulu belajar berbicara.

Selain patokan usia, orang tua juga bisa mempertimbangkan perkembangan fisik dari setiap anak. Jika anak sudah menunjukkan tanda-tanda kemampuan berjalan, mungkin sudah waktunya mempertimbangkan untuk membelinya.

Tips memilih baby push walker

Kini ada banyak sekali produk yang tak hanya membantu anak berjalan, tapi juga dilengkapi berbagai fitur untuk merangsang sensorik anak.

Jika kamu mulai tertarik untuk membeli push walker tapi bingung jenis apa yang cocok, berikut beberapa aspek penting yang harus kamu pertimbangkan:

1. Ukuran tubuh dan keaktifan anak

Ada anak yang memulai belajar dengan berdiri lalu duduk berulang kali, dan juga yang gear mendorong mainannya kesana kemari.

Nah saat membeli push toys ada jenis yang bisa dengan mudah meluncur dan ada juga yang lebih cocok untuk anak yang pendiam.

Selain keaktifan, perhatikan juga ukuran tubuh anak. Jangan sampai membelikan walker yang terlalu berat untuk dia dorong.

2. Lantai rumah

Lantai rumah yang menggunakan keramik dan karpet pasti punya tekstur yang berbeda. Ini menjadi faktor apakah push toys yang anak gunakan bisa berjalan dengan baik.

Jadi pastikan kamu membeli produk dengan roda yang bisa berjalan dengan baik di lantai rumah kamu.

3. Fitur tambahan

Saat ini ada banyak sekali pilihan push toys. Ada yang dilengkapi dengan berbagai permainan, ada juga yang dilengkapi dengan speaker untuk memutar lagu.

Coba pahami apa kebutuhan si Kecil dan pilihlah walker dengan fitur tambahan yang dapat memenuhi kebutuhannya.

4. Fleksibilitas

Jika kamu sering membawa anak bepergian atau berpindah tempat seperti menitipkannya di daycare, atau membawanya ke tempat kerja.

Maka pilihlah jenis yang cukup fleksibel untuk bisa dilipat dan dibawa kemana-mana secara ringkas. Namun, jika kamu hanya akan menggunakan walker ini di rumah, maka aspek itu tidak akan terlalu penting.

5. Budget

Terakhir adalah pertimbangan harga, dan kamu sangat bisa membeli push walker berkualitas baik dengan harga yang murah.

Karena saat ini ada banyak sekali pilihannya di pasaran. Pastikan kamu membeli di toko terpercaya ya.
Nah itu dia beberapa info dan tips terkait baby push walker untuk kamu. Jadi, sudah yakin untuk membeli?

Tips Pintar Merawat Sepatu Bayi Agar Awet Dipakai

Sepatu bayi mempunyai peran penting dalam kehidupan si kecil. Selain untuk melindungi kaki bayi, sepatu untuk si kecil juga berfungsi untuk membantu pertumbuhan kaki. Untuk memastikan fungsi dari sepatu tersebut optimal, maka perhatikan juga bagaimana cara merawat sepatu agar awet dipakai.

Sepatu bayi berguna melindungi si Kecil dari benda-benda yang melukai kakinya

Pada dasarnya merawat sepatu si kecil agar awet tidaklah sulit. Pasalnya, karakter sepatu si kecil berbeda dengan sepatu orang dewasa. Sepatu orang dewasa membutuhkan perawatan yang lebih kompleks karena digunakan untuk menyokong aktivitas berat di luar rumah. Sementara itu, dengan segala aktivitas si kecil yang ringan maka perawatan sepatu bisa lebih mudah.

Berikut ini tips pintar merawat sepatu si kecil agar awet digunakan dalam jangka waktu lama.

Jangan terlalu sering mencuci sepatu si kecil

Hal pertama yang perlu kamu pahami untuk merawat sepatu si kecil adalah jangan terlalu sering mencuci. Ini bisa mengakibatkan sepatu cepat rusak. Terlalu sering merendam dengan air, menyikat dengan deterjen atau membasahi sepatu si kecil akan mengikis permukaan sepatu. Sol sepatu juga bisa lebih mudah robek. Jadi kamu cukup mengelap dengan lap yang dibasahi sedikit lalu menjemur di bawah atap.

Simpan di rak sepatu khusus atau di kotak sepatu

Sepatu bayi yang kamu letakkan di luar lemari biasanya akan mudah berdebu. Untuk menjaga kebersihan simpanlah sepatu di lemari atau kotak sepatu. Pastikan rak atau kotak sepatu kering dan tidak lembab supaya menghindari sepatu menjadi bau.

Tidak menjemur di bawah sinar matahari langsung

Apabila sepatu si kecil basah pastikan menjemur di bawah atap. Sebisa mungkin hindari menjemur di bawah sinar matahari langsung. Selain bisa membuat warna sepatu menjadi luntur atau memudar, menjemur di bawah matahari langsung bisa membuat sepatu si kecil melar. 

Bersihkan dengan lap atau sikat lembut setelah dipakai

Jika di sepatu terdapat noda tanah, maka kamu bisa membersihkannya menggunakan lap atau sikat lembut yang dibasahi dengan sedikit air. Gosok perlahan pada bagian yang terkena noda. Hindari untuk merendam di dalam air karena ini bisa merusak bahan sepatu. Setelah digosok, lap dengan tisu kering lalu jemur sebentar di bawah atap. Kemudian simpan di tempat yang kering dan rapat.

Hindari memasangkan sepatu saat kaki si kecil basah

Setelah cuci kaki atau selesai mandi pastikan telapak kaki anak sudah kering. Jadi saat memasangkan sepatu, kondisi kaki si kecil tidak basah. Hal ini untuk menghindari kondisi lembab yang bisa menimbulkan jamur pada sepatu. Maka dari itu, pastikan kamu mengelap kaki anak ya, sebelum memberikan sepatu.

Belilah ukuran sepatu yang lebih besar sedikit

Pertumbuhan si kecil memang cukup pesat, apalagi jika nutrisi yang diberikan seimbang dan cukup. Perkembangan yang pesat ini bisa menimbulkan efek pertambahan berat badan. Hal ini berimbas pada ukuran baju dan sepatu yang bertambah. Tips tepat untuk membeli sepatu bayi adalah beli dengan ukuran yang lebih besar sedikit. Hindari membelikan sepatu dengan ukuran yang pas atau lebih kecil karena ini bisa menyakiti kaki anak. Jika sepatu masih terasa lebih longgar, pasangkan kaus kaki.

Jadi dengan memahami tips merawat sepatu si kecil bisa menjaga kondisi alas kaki tersebut agar tetap awet dan tahan lama. Selain itu, memahami hal-hal di atas bisa menjadi metode sederhana agar lebih berhemat dalam mengatur pengeluaran. Semoga informasi yang sudah dipaparkan tersebut berguna ya. Selamat mempraktikkan tips di atas.